Sebuah Bangku Dipojok Kelas

Demi pengabdiaan untuk pendidikan ikhlas aku jalani.melihat anak didik tertawa hilanglah gundah yang memenjarakan hati.ada senyuman lepas tanpa beban dari mereka yang menyejukkan hati.

Setahun lebih mengabdi di lembaga pendidikan islam disebuah desa,yang terletak di pulau garam,pulau seribu menara.pulau MADURA.

Dengan latar belakang keluarga berbeda-beda.hingga terbentuklah berbagai macam watak dan sifat anak didik yang tentunya akan terbawa dalam proses belajar mengajar.itulah tantangan tersendiri bagi seorang pengajar.memperlakukan mereka selayaknya anak sendiri,berusaha maksimal untuk bersikap adil pada mereka.

Bagi seorang pengajar.tak ada kebahagiaan yang lebih besar daripada melihat anak didiknya mampu menyerap dan mengerti tentang ilmu yang diajarkan.Kadang terselip kesal,ketika suasana kelas mulai gaduh.namun semua itu aku jadikan bahan untuk belajar sabar.

Bukan gaji besar yang aku kejar.namun,semata dengan sedikit ilmu pada diri senantiasa dapat bermanfaat sebagai bekal menjalani perjalanan abadi setelah mati.

~ oleh faroq zain pada 14/11/2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: