Tradisi “Molodhen” Di Desa Jaddih

Memasuki bulan Rabiul awal akan terasa beda suasana di kampung ini,Desa Jaddih.Desa yang terletak di Kabupaten Bangkalan,kabupaten yang terletak diujung barat pulau Madura.Dibulan ini masyarakat akan melaksanakan tradisi maulid Nabi Muhammad SAW atau “molodhen” dalam bahasa madura,Menyambut kelahiran manusia agung Rosulullah Muhammad SAW.

Kemeriahan akan berlangsung selama sebulan penuh.Tiap orang akan secara bergantian melaksanakan hajatan dirumah masing-masing.Mengundang tetangga untuk bersama-sama membaca dan menghayati kitab Al-Barzanji.Dalam tradisi “molodhen” ini ada juga istilah “tan-mantanan”,yaitu aneka buah-buahan yang disusun sedemikian rupa hingga berbentuk seperti tumpeng dalam satu wadah,untuk selanjutnya dibagikan kepada jama’ah yang hadir.ada juga “slabet”,amplop berisi uang yang akan dibagikan kepada setiap undangan yang hadir.

Dan puncak dari segala acara adalah pada tanggal 12 Robiul awal,tepat tanggal Nabi Muhammad dilahirkan.Seluruh Masyarakat desa Jaddih akan berkumpul di Masjid untuk mengikuti pengajian sekaligus membaca kitab Al-Barzanji bersama-sama.Ratusan “tan-mantanan” akan dibawa ke masjid oleh setiap keluarga yang tidak mampu melaksanakan acara dirumah.Inilah salah satu bentuk rasa cinta masyarakat kepada manusia yang mereka cintai.Yaitu Rasulullah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthollib.Berharap mendapat syafa’at nya di akhirat kelak.
AMIN YA ROBB….

~ oleh faroq zain pada 10/01/2013.

16 Tanggapan to “Tradisi “Molodhen” Di Desa Jaddih”

  1. Kalo di tempat saya namanya mulud’an/ maulid’an
    acaranya bawa berkat(nasi dg lauk pauk) ke mushola terdekat, nanti disana ngaji2 sama2 trs berkatnya di bagi2in ke orang2😀

    • Daerah u dmn?

      Pada tanggal 12 nya kurang lebih sama dgn ditempatmu.bedanya didesa ini msyarakat jg membawa “tan-mantanan” ke masjid.

  2. Di nganjuk mas, jatim😀
    tan-mantanan itu apa???

  3. Bulan Maulidur Rasul disambut disini dengan berselawat keatas junjungan besar kita…diiringi dengan majlis2 ilmu dengan tazkirah dan ceramah2 agama, juga ada acara berzanji disesetengah tempat diseluruh surau dan masjid seluruh negara..
    Selalunya kisah penghidupan Nabi saw dan ikhtibar dari kisah tersebut diulang2 cerita…diingati sebagai tanda kasih dan penghargaan dan rasa syukur….diadakan disepanjang bulan, tergantung pilihan surau atau masjid itu sendiri, diseluruh negara seperti acara kebangsaan..jamuan makan selalu ada mengakhiri setiap majlis…
    dan acara kemuncak pada 12 RabiulAwal selalunya diadakan dimasjid2 besar tiap negeri…seluruh negara kecil Malaysia…

    • Di tiap rumah masyarakat disana,apakah melakukan hal yang sama??

      • insyaAllah semua lakukan disurau atau masjid saja abang..dirumah masing2 paling berselawat seperti selalu selepas solat..🙂

      • Oo..begitu ea.
        Bedanya kalau disini selain tanggal 12 di rumah.warga secara bergiliran.

      • 🙂 biar dimana juga..yang penting amalannya yang membawa pengertian yang sama…mensyukuri keIslaman kita semua berasal dari baginda Rasulullah saw…pengorbanan dan perjuangan baginda…🙂

      • Semoga kita senantiasa bisa meneladani beliau Al-Amin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: